
‘’Mereka besar karna MEMBACA’’ Karya Mr. Suherman, peraih
CONSAL Award pustakawan terbaik tingkat Asia Tenggara. Buku ini berisi tentang
17 tokoh, diantara nya:
·
Karl Marx
·
Hasan Al Bana
·
Barack Obama
·
Soekarno
·
Adolf Hilter
·
Gandhi
·
Gus Dur
·
Steve Job
·
Mao Zedding
·
Moh Hatta
·
Joseph Stalin
·
Che Guevara
·
Ajip Rosidi
·
Imam Khomaeni
·
Tan Malaka, dan
·
Malcolm X
‘’Aku tak bisa hidup tanpa buku’’ sebagaimana dikatakan oleh
Thomas Jefferson, bukanlah kata kata makna seperti tong kosong nyaring
bunyinya. Siapa yang tidak mengenal para ideology seperti Karl Marx, Stalin,
Hitler, Mao, Khomeini, Hasan Al Banna, Gandhi? Siapa yang tidak kenal dengan
para negarawan seperti Soekarno, Moh
Hatta, Tan Malaka, Gus Dur, Obama? Siapa yang tidak mengenal sang innovator
tenar Steve Jobs? Dan Siapa yang tidak mengenal aktivis seperti Malcolm X, Che
Guevara, Fidel Castro? __Menyebut
beberapa orang besar yang dibahas dalam buku ini.
Orang biasa bisa menjadi luar biasa bukan karena harta atau
kedudukannya, tetapi karena
kebiasaannya membaca. Sejarah telah membuktikannya seperti itu, bahwa para pemimpin dunia dan orang orang besar lahir karena membaca. itulah yang ingin disampaikan Mr.Suherman didalam bbuku ini. Seperti yang pernah diungkapkan Miranda Risang Ayu dalam konteks yang berbeda, buku yang baik adalah buku yang mampu mengantarkan pembacanya untuk belajar membaca yang sesungguhnya harus dibaca. Yakni tanda tanda nya, yang bertebaran di dalam Al Qur’an diufuk ufuk cakrawala, hingga didalam diri tiap persona pembaca sendiri. Ada keterbukaan dialog untuk menemukan dan itu semua saya temukan saat membaca buku ini.
kebiasaannya membaca. Sejarah telah membuktikannya seperti itu, bahwa para pemimpin dunia dan orang orang besar lahir karena membaca. itulah yang ingin disampaikan Mr.Suherman didalam bbuku ini. Seperti yang pernah diungkapkan Miranda Risang Ayu dalam konteks yang berbeda, buku yang baik adalah buku yang mampu mengantarkan pembacanya untuk belajar membaca yang sesungguhnya harus dibaca. Yakni tanda tanda nya, yang bertebaran di dalam Al Qur’an diufuk ufuk cakrawala, hingga didalam diri tiap persona pembaca sendiri. Ada keterbukaan dialog untuk menemukan dan itu semua saya temukan saat membaca buku ini.
Didalam buku ini kita belajar, tidak hanya 17 kisah hidup,
tetapi ratusan pengalaman manusia pilihan yang bergulat dengan buku, yang
kemudian memberikan guna kepada masyarakat untuk membebaskan diri dari
kemungkinan digunakan, baik untuk akumulasi kekuatan politik maupun modal. Mr
Suherman sudah memperkaya hidup kita dengan berkisah perihal interaksi buku,
membaca, manusia dan kepentingan . Buku telah memelihara sumber-sumber terdalam
dari sejarah setiap manusia dan kemanusiaan..
So? Lu semua atau kalian semua harus baca buku ini, karna
menurutku buku ini memotivasi banget. Mengetahui yang namanya zaman susah zaman
dulu, ah pokonya awesome!
Komentar
Posting Komentar