Langsung ke konten utama

KEMULIAAN DAN KEUTAMAAN MANUSIA BERILMU

Betapa banyak manusia yang tergiur, silau dan terlena dengan harta, meraihnya tanpa pernah merasa puas, ketika seseorang merasa kekurangan, maka ia mencarinya dan setelah tercukupi ia akan terus menuntutnya sampai tiba ajalnya. Begitulah karakter dari sebuah kehidupan dunia yang menawarkan kegemerlapan dan kemewahan yang tak berujung kepuasan. Makanya ada sebuah untaian doa yang indah “Ya Allah aku berlindung dari (mengikuti) ajakan nafsu yang sejatinya tidak akan pernah memuaskan”
Harta benda yang selalu ditumpuk oleh seseorang, pasti akan meninggalkannya cepat atau lambat dan membiarkan pemiliknya masuk ke dalam liang lahat.  Sedangkan para pencari ilmu, ia akan selalu di jalan Allah Ta’ala dan menemaninya ketika di dunia sampai dihantarkannya ke dalam kubur serta membawanya kepada tempat yang dirindukan yaitu Surga.
Di antara keutamaan manusia berilmu sesuai dengan petunjuk Alquran dan sunnah:
1. Dimudahkan jalan menuju surga
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memuji para penuntut ilmu di dalam sabdanya.
“Barang siapa menempuh jalan guna mencari Ilmu, maka Alloh memudahkan baginya jalan menuju surga.” ( HR Muslim )
2. Disejajarkan dalam persaksian dengan para malaikat
Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu[[1]] (juga menyatakan yang demikian itu). Tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS: ‘Ali ‘Imran ayat 18)
3. Menjadi juru bicara untuk membantah para pendosa.
Kemudian Allah menghinakan mereka di hari kiamat, dan berfirman: “Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu (yang karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang-orang mukmin)?” berkatalah orang-orang yang telah diberi ilmu:[[2]] “Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan atas orang-orang yang kafir”, (QS: An Nahl ayat 27)
“dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa; “Mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat (saja)”. Seperti demikianlah mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran)[[3]]. Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir): “Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; Maka Inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini(nya).” (QS: Ar Ruum ayat 55-56)
4. Dibukakan pikiran dan mata hati
“dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan (menggagalkan azab kami), mereka itu memperoleh azab, Yaitu (jenis) azab yang pedih. dan orang-orang yang diberi ilmu (ahli Kitab) berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu Itulah yang benar dan menunjuki (manusia) kepada jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. (QS: Saba’ ayat 5-6)
5. Lebih utama dari ahli ibadah
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:
“Keutamaan orang alim atas ahli ibadah adalah seperti keutamaanku atas orang yang paling rendah dari kalian” (HR. Tirmidzi)
Dalam riwayat lain disebutkan:
“Keutamaan orang ‘alim atas orang ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan pada malam purnama atas seluruh bintang-bintang.” [Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa’i dan Ibnu Hibban, dan itu sepotong dari hadits Abu Darda’]
6. Didoakan seluruh penduduk langit dan bumi
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat, serta semua makhluk di langit dan di bumi, sampai semut dalam lubangnya dan ikan (di lautan), benar-benar bershalawat/mendoakan kebaikan bagi orang yang mengajarkan kebaikan (ilmu agama) kepada manusia.” (HR at-Tirmidzi dan Ath-Thabrani)
7. Takut kepada Allah Ta’ala
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama[[4]]. (QS: Faathir ayat 28)
8. Mengetahui hakikat kehidupan yang beragam
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui. (QS: Ar Ruum ayat 22)
9. Ilmu lebih utama dari materi
Begitu banyak keutamaan ilmu dari harta seperti diutarakan Ibnu Qayyim dalam kitabnya Al-Qiyam Miftâhu Dâri As-Sa’âdah, di antaranya:
  1. Ilmu warisan para Nabi sedangkan harta warisan para raja (bangsawan).
  2. Ilmu akan menjaga pemiliknya sedangkan harta dijaga oleh pemiliknya.
  3. Harta akan berkurang jika dinafkahkan (jumlahnya) sedangkan ilmu akan bertambah jika nafkahkan.
  4. Pemilik harta jika tiba ajalnya akan ditinggalkan oleh hartanya, sedangkan imu akan masuk bersamanya di dalam kubur.
  5. Ilmu yang mengatur harta, sedangkan harta tidak mengatur ilmu.
  6. Harta bisa didapat orang mu’min dan kafir, orang baik dan buruk, sedangkan ilmu yang bermanfaat tidak didapatkan kecuali oleh orang mu’min.
  7. Orang berilmu dibutuhkan oleh para penguasa, para raja, dari berbagai kalangan, sedangkan pemilik harta hanya dibutuhkan bagi orang-orang yang miskin dan yang kekurangan.
  8. Harta bisa membawa seseorang kepada kesombongan dan kecongkakan, sedangkan  ilmu membawanya kepada ketawadhuan dan ‘ubûdiyyah.
  9. Kecintaan kepada ilmu dasar setiap ketaatan sedangkan kecintaan kepada harta (tergila-gila mengejarnya) dasar kejahatan.
  10. Ilmu akan mendekatkan seseorang kepada Allah Ta’ala dan mengabdi kepada-Nya, sedangkan harta akan memperbudak pemiliknya dan menjaukan kepada-Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Coretan Hati

Katanya, dekati dulu Tuhannya baru dekati ciptaan-Nya. Katanya, jodoh itu cerminan dari diri sendiri. Katanya, yang baik hanyalah untuk yang baik pula. Katanya, pantaskan diri sebelum mencari. Dalam ikhtiarku mencarimu, tertera hasrat yang menderu pada seseorang yang tak kutahu siapa dan dimana saat ini berada. Aku hanya merasakan rindu tapi entah pada siapa. Tahukah, engkau adalah alasan mengapa kuaktifkan radar ini. Radar yang mencari sinyal melalui tengadah doa, mengiba pada Allah untuk mendekatkan ‘pertemuan’ dengan cara memantaskan diri. Radar yang telah aktif mencari sinyal yang seirama, sefrekuensi untuk dapat dijumpakan dengan cara-Nya. Jika aku baik, maka aku akan dipertemukan dengan yang baik. Jika aku buruk, maka aku akan dipertemukan dengan yang buruk. Bismillah, kuaktifkan radar ini dengan memantaskan diri sebaik mungkin. *** .  Cinta adalah anugerah, merasakannya adalah fitrah, menjaganya adalah ibadah. Karena jatuh cinta adalah mubah, maka menyik...

AYAHKU BERBOHONG

MY SUPERHERO. Banyak org brkata dia adalah pahlawanku. Tapi, bagiku tidak. Dia lebih dari superhero sehingga menjadi SUPERHEROES😊 . Ia selalu mengajari ku ttg hal sabar, bersyukur serta ikhlas dalam segala hal. Tak lupa dengan Qur'an. He said "jangan lupain Qur'an dimana pun kamu berada. Inget Allah juga. Allah selalu disisimu" . Selalu tersimpan akan kata kata sederhana nya. Superheroes ku sangat bijaksana, selalu mengikuti ajaran sunnah Rasulullah. Jika ia tertimpa musibah ataupun perceraian diantara kerabat maupun keluarga besarnya, ia selalu mencoba untuk sabar serta ikhlas dan tetap merangkulnya dengan penuh kasih sayang. . Dear, Babeh. You're a gentleman. Mengapa kau berbohong ketika aku membutuhkan uang? Mengapa kau berbohong disaat ku lapar? Mengapa kau berbohong disaat umi tak ada dirumah engkau baik baik saja? Mengapa kau berbohong bahwa kau tidak lapar? Mengapa kau slalu tersenyum disaat engkau bersedih? :") . . So.. I love ...

Pengalaman Di Pesantren

UNFORGOTTABLE MOMENT IN BOARDING SCHOOL Pengalaman di pesantren itu tak bisa dihitung dengan jari, mengapa ? karna saking banyak nya kenangan suka maupun duka ada di pesantren ini. Ada beberapa hal yang paling dikenang atau pengalaman aku selama di pondok pesantren Darussalam ciamis jawa barat, Indonesia. 1.        Pas pertama kali masuk ke pondok, mengenal pondok, berkenalan dengan teman teman baru, dan jauh dari orang tua. Menurut ku, itu amazing banget. Mulai dari kelas 7 ku berlatih dan beradaptasi dengan orang orang sekitar dengan cara ku sendiri dan kini kenyataan nya aku masih mampu bertahan di Almamater tercinta ini. Paling iri itu ketika kawan ku atau teman ku dijenguk oleh orang tua, dan aku hanya bisa melihat meratapi dan tersenyum melihat teman teman ku dijenguk oleh orang tua ku. 2.        Pertama kali, dan belajar dari pengalaman menjadi seorang pemimpin. Entah bagaimana dan entah kenapa aku dipilih seba...